Hiburan Rp21 Miliar
PERSISAM Putra kini dalam kondisi tak pasti menghadapi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011, atau edisi ketiga sejak sepak bola profesional diperkenalkan di Tanah Air. Masalah klasik berupa kesulitan finansial kembali menghantui tim ini saat tim-tim lain belum terdengar mengeluh soal pendanaan untuk berkompetisi.

MANAJEMEN baru Persisam Pusam FC yang langsung dipimpin Haji Harbiansyah Hanafiah, menunjukkan pengelolaan secara profesional. Bahkan dana pribadi pun rela dikorbankan sebagai dana talangan untuk membiayai kebutuhan klub.
Ya, diantara 18 tim di ISL, Persisam Putra bisa dikatakan tim pertama yang mengalami masalah dana. Ironisnya masalah justru timbul saat kontrak seluruh pemain musim lalu belum selesai. Terhitung masih ada 2 bulan gaji pemain belum diserahkan, karena sesuai klausul kontrak manajemen lama mereka “diikat” sampai September.
H Harbiansyah Hanafiah, General Manager Pesut Mahakam mengaku sudah tak mampu menalangi pendanaan tim sampai berakhirnya kontrak pemain. Harbiansyah mengaku sudah mengeluarkan uang hampir Rp10 M untuk membantu Pemkot Samarinda sebagai sumber dana awal.
Meski lepas dari komitmen awal, Harbiansyah tetap menjalankan tanggungjawab yang dibebankan kepadanya. Awalnya H Harbiansyah hanya diminta membantu pikiran dan tenaga guna menyelamatkan Persisam Putra, setelah manajemen lama amburadul mengelola keuangan. Anggaran ditekan supaya tak terlalu besar dikeluarkan untuk putaran kedua, atau setelah manajemen lama meninggalkan warisan beban kepada H Harbiansyah.
Hasilnya, untuk melunasi 65 persen kontrak pemain serta semua kebutuhan tim, H Harbiansyah “hanya” memerlukan dana tak lebih dari Rp13 M. Sementara manajemen lama menghabiskan dana Rp15 M hanya untuk membayar 35 persen. Seandainya manajemen lama masih menangani tim, bisa dibayangkan berapa besar dana harus dikeluarkan.
Kini manajemen baru dihadapkan pada persiapan menghadapi kompetisi ISL musim depan. Beragam aktivitas mulai disusun termasuk menyusun anggaran. Namun Pemkot Samarinda selaku penyedia dana lewat jalur APBD ternyata hanya mampu menyiapkan anggaran sebesar Rp15 M. Itu belum termasuk dana talangan H Harbiansyah yang harus dibayarkan.
H Harbiansyah sebelumnya sudah dikucuri dana Rp3 M saat pertama menangani tim. Otomatis manajemen hanya “kebagian” Rp5 M untuk ikut kompetisi. Anggaran tersebut diambil lewat jalur APBD-P yang sedang dibahas saat ini. H Harbiansyah sudah dengan tegas mengatakan dana tersebut tak cukup, meski akan ditambah lewat APBD murni tahun depan.
H Harbiansyah sudah mengajukan anggaran untuk satu musim kompetisi sebesar Rp21 M. Rinciannya Rp15 M ditambah Rp6 M. Total jadi Rp21 M untuk setengah kompetisi.
Selanjutnya di APBD murni, manajemen mengajukan lagi anggaran sebesar Rp21 M, guna menutupi sisa putaran pertama dan sisa anggaran dari Rp21 dijadikan saldo untuk musim berikutnya. Jadi total anggaran untuk satu musim tetap Rp21 M. Jumlah tersebut bisa dikatakan sangat irit dibandingkan tim besar lain seperti Persib Bandung, Persija, Sriwijaya FC, bahkan Persiba Balikpapan.
Persiba memang “hanya” Rp18 M, tapi menurut informasi anggarannya lebih dari yang terekspose di media. Apalagi H Harbiansyah menjami dengan anggaran seperti itu, Persisam Putra sudah aman untuk ISL, Piala Indonesia dan untuk tim Persisam Putra U-21.
Persisam Putra saat ini menjadi ikon Samarinda dan menjadi hiburan tersendiri bagi warga Kota Tepian. Rasanyta tak ada acara mampu mengumpulkan penonton sampai 10 ribu di satu tempat selain Persisam Putra. Konser musik rock Jamrud yang lagi tenar di Stadion Segiri beberapa tahun lalu, hanya didatangi sekitar 4 ribu penonton saja.
Jadi Persisam Putra memang hiburan dengan nilai Rp21 M. dana yang masih masuk akal untuk mengelola sepak bola di era profesional seperti saat ini. **
- Artikel ini di tulis :
Sofyan Upi (sofyan@sapos.co.id)
Media Officer Persisam Pusam FC

SOFYAN saat mendampingi perjalanan Persisam Putra ke Pekanbaru.















stumat lah kukumpulkan dulu bubuhan poker mania….kena kumintai…1 org 2M mun 50M dpt aja pang bisa untuk 2 musim, heheehehe begayaan aja hbs bingung jua kita mendengar nya…..apa jadinya kalau persisam tdk ikut ISL..
atur aja pa haji kaya apa baik nya….kami hanya bisa berdo’a aja biar mslh ini bisa teratasi….salam 1 orange
Saranku: Setiap Pusamania/ta harus memberi kontribusi Rp.500.000,- x 20.000 orang = 10.000.000.000,- bisa untuk bantu Persisam keluar dari zona krisis keuangan… Bagaimana Komentarmu wahai Pusamania? ayoooo dukung kumpulkan dana…..
Nah WAL
Bosan Sudah Dengari masalah Dana. Gerigitan !!!
ULUN MINTA KEPASTIAN NAH
SAPA PEMAIN NYA KENA YANG BAKAL MAIN DI PERSISAM.
Semua TIM sudah kusak Kusuk. KIta kayak KAda NIat berlaga di ISL aja keini.
MUNYAK !!
smoga tak jd mslh
……………..
buat pasukan pusam fc
bagi bang harbiansya sabar bang lah … cobaan buat pian .. ulun pribadi mendukung pian aj secara moril ..
HIDUP PERSISAM “PERSISAMPEMATI”
Pusam FC bukan hanya sekedar hiburan.. Tapi saya lebih setuju jika Pusam FC disebut sebagai sarana utk memperkenalkan dan mengharumkan nama Samarinda di kancah Persepakbolaan Nasional dan International.. Saya yakin jika Pemkot serius dalam hal ini, bukan tidak mungkin Pusam FC menjadi Club Terbaik di Indonesia.. Hal tsb sudah terbukti dari banyaknya lamaran pemain dan pelatih asing yang masuk ke Pusam FC..
naiki aja tiket penonton VIP Kya di BPP-MALANG
Alhamdulilah persisam menyelesaikan masalahx n slamat d isl………..
sedikt esarnya dana yang akan masuk di persisam,,,harus dikelola dgn frofesional jangan ada lagi sperti kasus2 yg terdahulu,,,,,yakinlah,,,jika hal kecil dikelola secara frofesional bukan tidak mungkin pusam fc tidak memerlukan lagi dana pemkot jadilah klub yg frofesional,,,,,,,,,gunakan putra daerah yg berkualitas,,,,klo perlu buat sekolah pusam lebih fropesional agar menjadi peng ekspor pemain2 berkualitas sperti ajak amsterdam
rasa2 nya kalau anggaran 21m ga mubasir buat tim pesut mahakam ia kada wal,senentara kalau kita lihat banyak proyek yg jumlah nya ratusan miliar hasil nya kurang memuas kan dari yg di harap kan,kalau aku si berharap pemkot mau ngeluarkan anggaran buat pesut mahakam.BRAVO PERSISAM.
buat bung fajri ulun usul datangi haja pengusaha sugih nang ada disamarinda ni gasan bantu pusam,H.jos sutomo,H.rusli,H.muhyar,bos nya semogajaya,H.said amin,ipong,H.alung,H.ancal,sahar sangka,andi harun,H.bambang susilo,luter kombong,H.sutrisno,bos yg beisi scp,bos yg beisi lembuswana,H.fauzi bahtar dan masih banyak yg lain ulun kadak ingati lagi… tambahi aja lagi kalo ada yg tau.Mudah-mudahan sidin2 itu handak bantu amin…
in bang haji we trust,,,
bravo Persisam PUSAM FC,,
apa kabarnya choi dong soo??
Makanya seharusnya kalo Pusam mania yang memang Pusam mania sejati dan ingin menyelamatkan Pusam FC,dia langsung ikut turun untuk mencarikan dana baik dari Sumbangan masyarakat maupun dari Kantong masing-masing suporter Pusam Mania sendiri,jangan sampai Pusam Mania hanya bisa merengek-rengek kaya anak kecil.mengharapkan sepenuhnya dari pemkot,Pusam Mania harus duduk bersama dengan Manajemen Untuk mencarikan jalan keluarnya dan sekalian mencarikan dana.jangan cuma bekuciak2 aja.
buat officialnya naikin ajja harga tiket VIP Rp.100.000
klo tiket ekonominya 30.000 ajj
klo perlu stadion segiri di perbesar lagii…..
okkkkkkkk
kalah sama Persija…Dapat 40 Milyard…ongkang” aja semusim…duitx dr mana???daerah jua wal…kaya apa kalo qt adakan aksi solidaritas buat PUSAM…qt buktikan klo PUSAMANIA selalu ada buat Persisam…
disini bnyak pengusaha tambang yang melimpah dengan uang,,,,,,,, cobalah mnajemen untuk melobi kemereka,,, demio menyelamtkan persisam tim kebanggaan urang samarinda,,,
jangan aksi aja kita bantu juga dengan dana semampunya….itu baru Pusam Mania
klo gtu kna aku bantu dengan dana semampunya aja
jangan aksi aja donk bantu donk dengan semampunya aja ya
mna pendukungnya persisam itu baru namanya pusam mania