Menunggu Ketukan Palu
MENUNGGU kata orang jadi pekerjaan paling membosankan. Pasalnya selain jenuh, kepastian yang ditunggu belum tentu membawa kabar baik bagi pelakunya. Bisa saja setelah sekian lama, hasil dinanti justru nihil. Inilah hal paling dikhawatirkan manajemen Persisam Putra saat ini.

Persisam adalah hiburan masyarakat Samarinda. Masa depan Persisam saat ini berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat.
Sebagai salah satu kontestan Indonesia Super League (ISL), layaknya tim-tim lain (kecuali Arema Indonesia dan Persib Bandung), Persisam Putra adalah tim yang “menyusu” pada anggaran pemerintah. Ya, sebagian anggaran yang dialokasikan buat daerah, harus disisipkan buat tim sepak bola ini.
Nilai Rp21 M sudah diajukan Persisam Putra pada Pemkot Samarinda. Nilai tersebut digunakan untuk biaya Persisam Putra selama satu musim kompetisi.
Dilayangkan surat dari Kemendagri dengan Nomor 426/2021/sj, yang dikeluarkan 27 Mei lalu, setidaknya memupus sedikit kekhawatiran akan hasil tak bagus dari penantian saat ini.
Ya, melalui Saut Situmorang Saut Situmorang, juru bicara Kemendagri menyatakan kalau pemerintah daerah diminta mengalokasikan dan meningkatkan dana pembinaan prestasi olahraga, khususnya sepak bola.
Jelas sebuah kabar melegakan buat manajamen saat ini. Bagaimana tidak, seandainya Persisam Putra tak memiliki utang pada pihak ketiga (dalam hal ini justru H Harbiansyah Hanafiah, selaku GM Persisam Putra), anggaran sebesar Rp15 M jelas sangat cukup.
Namun Persisam memiliki tanggungan utang sebesar Rp13 M selama putaran kedua ISL musim lalu, dimana H Harbiansyah menjadi pihak yang menalangi kekurangan tersebut.
Dedengkot sepak bola Samarinda ini jelas tak mau tercebur dalam lubang sama sebanyak 2 kali. Saat diminta menjadi GM, H Harbiansyah hanya diminta menjalankan manajemen dengan baik, sementara dananya tetap diberikan Pemkot Samarinda.
“Saya ini hanya menolong Pemkot Samarinda agar tak malu. Kalau saya tak menalangi musim lalu, tim pasti bubar dan suporter pasti melakukan aksi karena mereka cinta Persisam Putra,” kata Harbiansyah dikutip dari Samarinda Pos.
Betul, jika tak ada sosok H Harbiansyah Hanafiah, warga Samarinda dipastikan malu besar karena Persisam Putra bakal bubar.
Namun kerja keras serta ketidaktegaannya melihat Persisam Putra habis di tengah jalan, H Harbiansyah rela bekerja lebih meski lepas dari komitmen awal.
Kini manajemen harus bekerja keras lagi menyonsong kompetisi ISL musim depan. Masalah klasik tim-tim di Indonesia juga dialami Persisam Putra. Ajuan anggaran sebesar Rp21 M masih harus ditunggu, apakah mendapat persetujuan atau tidak.
Menurut informasi, nasib anggaran tersebut sekarang ada di DPRD Samarinda sebagai pihak yang memberi legalitas. Pemkot Samarinda sudah menyetujui nilai tersebut, setelah melihat apa yang akan dilakukan manajemen musim depan.
Kabarnya 4 Agustus mendatang, adalah penetapan anggaran lewat APBD- Perubahan. Disitulah nasib Persisam Putra ditentukan. Kalau tak disetujui wakil rakyat tersebut, otomatis Persisam Putra harus mencari sosok baru selain H Harbiansyah.
Pasalnya Harbiansyah sudah menyatakan, kalau anggaran Rp21 M tak disetujui, maka ia menyatakan mundur dari Persisam Putra. Jadi ketukan palu anggota dewan sangat dinanti 4 Agustus nanti. Semoga kabar baik buat penggemar Persisam Putra. (sofyan@sapos.co.id)















Kasihan pak haji,sudah bersusah payah membangun dan membesarkan persisam,kayaknya perhatian dari pemkot terhadap persisam hanya 1/2(2) aza. Masak kalah sama persijap jepara yg nota bene pendapatan perkapitanya jauh sama sekali di bawah samarinda.Apa lagi pemdanya sangat peduli sama sekali terhadap team persijap agar tetap eksis di kompetisi ISL
tolong manajemen, maju terus pantang mundur…..siapa saja yang tidak setuju dgn kemajuan persisam saya tidak akan coblos lagi seumur hidup……wkwkwkwkwkwkk….
nasia Pusam FC ditangan Dewan, nasib Dewan di tangan Rakyat.. Siapa peduli Siapa.. Kita tunggu saja.
Kita bisa mandiri seperti AREMA dan PERSIB, dng cara :
1. Buat donasi utk PERSISAM/PUSAM FC dari PUSAMANIA.. utk ini saya duluan nyumbang Rp. 100.000,- Jangan dilihat CUMA SERATUS RIBU, tapi coba kalikan dg seluruh anggota PUSAMANIA, lumayan khan jumlanya…
2. Pak Wali, bikin surat utk para pengusaha batu bara, agar berpartisipasi guna kelangsungan hidup PERSISAM/PUSAM FC…
3. YTh Para anggota DEWAN, masak sih gak bisa menyisihkan sedikit PENGHASILAN (BUKAN GAJI), untuk kelangsungan hidup PERSISAM/PUSAM FC
4. Yang lebih hebat lagi, bikin PT PUSAM FC Tbk…. jadi semua orang bisa memiliki saham.a
Semua ini menuntut tanggung jawab yang besar, baik itu supporter, pemain, pelatih, dan juga PENGURUS….
BRAVO PERSISAM / PUSAM FC…
pemkot bangsat awas ga kasih persisam dana
semoga saja, dan salut buat pak haji