Pedulikah Pemkot ??
MELIHAT Kiprah sepak bola Samarinda memang tak mudah melupakan sosok Haji Harbiansyah Hanafiah. Karena komitmen pak haji lah sepak bola Samarinda ada di kancah kompetisi Liga Indonesia.

H Harbiansyah Hanafiah, GM Persisam Putra Samarinda.
Dimulai pada tahun 1989 saat mendirikan Putra Mahakam, sebagai klub bola pertama di kota Tepian, pak haji dikenal ulet mengurusi segala sesuatu berhubungan dengan si kulit bundar.
Untuk mendukung keinginannya membesarkan klub tersebut, ia pun mendirikan sebuah bangunan khusus untuk para pemain. Mess yang terletak di Jl Gatot Subroto itu, saat ini memang sudah tak lagi berpenghuni.
Saat Putra Mahakam bertransisi menjadi Putra Samarinda. Keinginan besar menjadi klub nomer satu di kawasan Indonesia terus dilakukan Harbiansyah.
Jika sekarang kita selalu disajikan dengan dana express dari APBD, kenyataan berbeda sebaliknya dijaman awal klub ini berdiri. Peran pihak swastalah yang menjadi bagian penting pendanaan klub.
H Harbiansyah Hanafiah saat itu memang dikenal sebagai salah satu pengusaha paling tersukses di Kaltim. Sebagai pemilik klub, sikap jorjorannya kepada klubnya tersebut membuahkan kebanggaan warga Samarinda.
Salah satunya ialah, dengan mendatangkan pemain kebanggaan Kamerun, Roger Milla. Bahkan setelah berhasil mendatangkan salah satu bintang yang bersinar di Piala Dunia 1994 itu, Persisam sukses kembali mendatangkan Mahouve Marsell, bintang junior Kamerun, yang tak lain ialah anak dari Roger Milla.
Masih ditangan H Harbiansyah, Pusam berhasil melangkah ke Senayan pada tahun 90an. Meski akhirnya hanya sampai di babak 8 besar Ligina. Hal itu membawa nama Pusam hingga saat ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepakbola nasional.
Namun, imbas kestabilan finansial yang tak menentu akibat krisis moneter 1998, memaksa tim yang berjuluk Pesut Mahakam itu merasakan getahnya.

Persisam Putra Samarinda adalah hiburan masyarakat Samarinda, diharapkan peran aktif semua pihak untuk tetap menjaga aset berharga ini.
Pusam pun dibubarkan dengan alasan H Harbiansyah selaku pemilik, tak kuat lagi jika menanggung beban membiayai keuangan klub. Apalagi pada tahun itu, peran Pemkot Samarinda kepada kepentingan olahraga sangat minim.
Pusam yang kala itu berada di kasta tertinggi Indonesia (saat itu masih Divisi Utama) harus menerima konsekuensi dihukum terjun bebas ke Divisi II.
Hingga akhirnya, pada era ke pemimpinan Achmad Amins, sebagai walikota Samarinda. Nafas sepakbola Samarinda yang sempat vakum kembali mengeliat.
Pusam yang mempunyai lisensi keikutsertaan di Ligina dimanfaatkan Persisam Putra untuk naik kasta. Maklum saat itu, Persisam Putra hanya sebuah klub yang berada di kasta Divisi III regional Kalimantan.
Setelah merger dengan Pusam, Persisam pun berlaga di kasta Divisi II. Setelah 2 tahun Persisam Putra yang disokong penuh Pemkot Samarinda berlaga di pentas Divisi II, Persisam Putra pun berhasil promo ke Divisi I.
Dua tahun di Divisi I, Persisam berhasil naik ke Divisi Utama bersama-sama Mitra Kukar dan Persigo Gorontalo. Dan di tahun pertamanya di Divisi Utama inilah Persisam menjelma menjadi klub yang disegani sekaligus menjadi tim yang paling kontroversial.
Persisam yang mempunyai materi mantan bintang timnas Indonesia, ditambah beberapa pemain asing berkelas membuat tim peserta lainnya terlena. Sayang, dalam perjalanannya hingga klub ini berhasil lolos ke Superliga (ISL) sebagai juara Divisi Utama, kontroversial di tubuh manajemen Persisam, menjadi catatan minor.
Di tahun pertama Persisam di ISL, Persisam kembali membuat gebrakan, dana yang saat itu berlimpah dikarenakan (lagi-lagi) sokongan penuh Pemkot, membuat Persisam menjadi satu-satunya tim yang memperkenalkan skuadnya disaat tim lain masih mencari dana.
Persiapan menyambut gemerlap kompetisi tertinggi di Indonesia itupun sudah jauh-jauh hari sebelum kompetisi dimulakan. Training Center selama hampir 3 bulan di kawasan Batu, Malang, kabarnya menghabiskan dana yang tak sedikit.
Namun, meski bermaterikan super bintang, dan mempunyai persiapan lebih matang plus ditunjang dengan dana yang berlimpah. Tak membuat Persisam dengan mudah mengarungi kompetisi.
Manajemen anyar, dibawah pimpinan Aidil Fitri, terasa mendapatkan tamparan keras setelah tim yang digadang masuk jajaran 5 besar klasemen ini, dibabat 5-2 Persebaya Surabaya di pertandingan kedua ISL. Hal ini ternyata berdampak negatif, kondisi Persisam Putra pun goyah.
Hingga akhirnya, sebelum tim bertemu PSM Makassar, tercium kabar bahwa ada terjadi keganjilan di jajaran manajemen membuat tim ini hampir saja kehilangan nahkoda. Isu Persisam Putra akan mengundurkan diri akibat dana yang awalnya berlimbah yang telah habis, santer terdengar musim lalu.
Mendengar hal itu, lantas membuat sesepuh bola di Samarinda angkat bicara. Berbagai kalangan mengecam keras komentar yang dipaparkan manajemen Persisam saat itu. Salah satunya yang paling menentang keras ialah H Harbiansyah Hanafiah.
Pria yang akrab dengan sapaan Pak Haji inipun diminta langsung Walikota Samarinda, untuk membantu tenaga dan pikiran menyelamatkan Persisam. “Saya disini karena saya cinta klub ini, dari awal saya membuat klub ini lalu dengan seenaknya mau dibubarkan jelas saya tidak bisa menerima. Dengan usia saya yang sudah berumur seperti ini, saya benar-benar turun gunung untuk menyelmatkan klub ini,” ungkap pak Haji saat itu.
Sehabis menghadapi PSM Makassar, Manajemen baru di bawah pimpinan Haji Harbiansyah pun mengambil alih segala sesuatu yang berhubungan dengan tim.
Sisa anggaran yang telah raib di bawah pimpinan manajemen lama, coba di tutupi manajemen baru. Bahkan dana talangan dari kas pribadi pak haji pun mengalir untuk menyelamatkan tim yang kembali mengunakan julukan Pesut Mahakam.
Setelah berjuang mengarungi sisa kompetisi, dengan hadangan yang silih berganti akibat persoalan yang ditimbulkan manajemen lama, Persisam akhirnya masih bisa bertahan di Superliga.
Nah, musim ini, langkah manajemen pimpinan Haji Harbiansyah, sepertinya sedikit tak sinergi dengan penyandang utama klub yaitu Pemkot Samarinda.
Rencana anggaran yang disusun, untuk mempersiapkan tim guna menyonsong putaran pertama ISL 2010/2011, hanya disetujui Pemkot Samarinda sebesar Rp15 Miliar, atau kurang Rp6 Miliar dari anggaran yang diajukan.
Jika melihat kenyataan, angka Rp15 Miliar jelas sangat kurang untuk membiayai operasional tim. Apalagi musim sebelumnya tim masih berhutang Rp10 Miliar dari dana pribadi pak haji.
“Komitmen awalnya saya hanya di minta untuk menyumbang tenaga dan pikiran di klub ini,” jelas H Harbiansyah, yang mengaku tak kuat jika harus kembali menanggung beban klub.
H Harbiansyah sebelumnya sudah dikucuri dana Rp3 M saat pertama menangani tim. Otomatis manajemen hanya “kebagian” Rp5 M untuk ikut kompetisi. Anggaran tersebut diambil lewat jalur APBD-P yang sedang dibahas saat ini. H Harbiansyah sudah dengan tegas mengatakan dana tersebut tak cukup, meski akan ditambah lewat APBD murni tahun depan.

PERSISAM sebagai aset untuk mempromosikan nama daerah.
H Harbiansyah sudah mengajukan anggaran untuk satu musim kompetisi sebesar Rp21 M. Rinciannya Rp15 M ditambah Rp6 M. Total jadi Rp21 M untuk setengah kompetisi.
Selanjutnya di APBD murni, manajemen mengajukan lagi anggaran sebesar Rp21 M, guna menutupi sisa putaran pertama dan sisa anggaran dari Rp21 dijadikan saldo untuk musim berikutnya. Jadi total anggaran untuk satu musim tetap Rp21 M. Jumlah tersebut bisa dikatakan sangat irit dibandingkan tim besar lain seperti Persib Bandung, Persija, Sriwijaya FC, bahkan Persiba Balikpapan.
Pertanyaan sekarang, Pedulikah Pemkot ?? wallahualam.
- Ditulis oleh :
Abe Hedly Sundana
















diharapkan peduli pemkot
pemkot mestinya bisa sedikit”memaksa” perusahaan perusahaan yang menggali perut bumi etam untuk dpt lebih memajukan samarinda
Mungkin dengan pendaftaran anggota baru Pusamania dapat membantu keuangan TIM Pusam.
regard
Mungkin dengan membuka pendaftaran anggota baru Pusamania dapat membantu Keuangan Pusamania.
regard
Anggota Dewan bersama Pemkot Samarinda bisa duduk bersama mencarikan dana tersebut…Persisam Putra (PUSAM FC) sebenarnya secara tidak langsung memperkenalkan Samarinda baik nasional maupun international terbukti banyaknya lamaran pelatih maupun pemain luar yang melamar ke PUSAM FC..dont forget…pilihlah walikota yg bisa peduli dengan PUSAM FC..
Kita sangat berharap pemkot peduli……dan agar ada sumber dari lain kita dapat melakukan penggalangan dana atau efisiensi al:
1. Bantuan sukarela dari pencinta persisam ( suporter )
2. Persisam buat bangunan mess sendiri sehingga dapat ditinggali tim tamu pada saat tandang ke samarinda dengan demikian akan menghemat biaya hotel.
Saatnya Pemerintah Kota dan para pengusaha mari membangun kota samarinda menjadi kota industri sepak bola……..jangan hanya waktu kampanye peduli dgn olahraga sepak bola …tapi BUKTIKAN jgn hanya janji” saja….
tergantung nego, pejabat pemkot dapat brp klo dana pusam fc bs cair
TULISAN INI HARUS DI MUAT DI HALAMAN DEPAN KE SEMUA HARIAN KABAR DI KALTIM…..!!!!!!
BIAR SUPAN SAMA H.HARBIAN…
HIDUP PAK’HAJI…!!!
HIDUP PERSISAM…!!!
HIDUP PEMKOT…..!!!
kita manfaat kn za perusahaan di samarinda kan bnyak untuk mambantu persisam
kita manfaatkan za perusahaan di samarinda kn banyak.,., untuk mambantu persisam putra,.,pa lgi batu bara,.maju persiasm pantang menyerah,..
kita sangat berharap bantuan pemkot….tolong d usahakan dana buat persisam,buat apa punya stadion dan fasilita olah raga yang mewah tapi tidak punya club sepak bola,wahai anggota dewan dan pemkot….jangan waktu nonton bola persisam di stadion di gembar gemborkan ini dari sumbangan calon walikota,ini sumbangan dari anggota DPR….pokonya jangan d pilih walikota yang tidak mendukung persisam …..
hotel atlet yang d stadion madya sempaja….tolong digunakan untuk menjadi hotel atlit maupun hotel untuk umum…tinggal dilengkapi fasilitasnya seperti fasilitas hotel berbintang:
1. keuntungan dapat menyerap tenaga kerja yang ada d hotel
2. tim tamu dapat menginap d hotel atlet untuk mengurangi
pemborosan serta biaya yang ada..
3. dana yang didapat dari penginapan hotel untuk pemasukan klub Persisam dan pembayaran karyawan hotel…
ide ini saya dapat seperti d jogja…..UGM punya hotel yang kelola oleh mahasiswanya namanya GUESHOES UGM..penginapanya setaraf dengan hotel…bravo versisam
walah. lama – lama jenuh juga denger kabar ni. gimana sih pemkot ini, ini kan tuk masyarakat samarinda. untuk perusahaan batubara aja ijin nya bisa yang jelas jelas merugikan masyarakat dampaknya. la ini buat masyarakat samarinda senang eh malah dibikin susah. Ayo pusamania (pengurus) kita bikin aja Dana Peduli PUSAM FC. biar aja pemkot. Hidup PUSAM FC, Hidup Samarinda
KLO KADA DBARI DANA SEITU APALG AMPE KURANG…………
BEHABARAN AJA KLO MAU “GOYANG” PEMKOT N DPRD KOTA…….
pemkot harus bisa bantu persisam
Tolong Pemkot harus ikut peduli dengan nama daerah kita Samarinda. Masa daerah kita sebagai ibukota propinsi harus tengelam dengan nama Bontang dan Balikpapan berdua slalu eksis trus dalam ISL,kok kita malah loyo.Skali lagi Pemkot Jaga gengsi daerah kita.
Jangan kada ingat undangan ke pusamania wilayah Kutai Barat, mun handak DEMO ke Pemkot atau DPRD lah…. PUSAM juara musim 2010-2011… Forza PUSAM, Forza Intermilan Champion 2010, Forza Timnas Indonesia, Forza Spanyol Piala Dunia 2010.. By Pusamani Wilayah Kutai Barat