Pemandangan menarik kini mulai terlihat di saat Persisam berlaga. Contohnya ketika Pesut Mahakam menjamu Arema Indonesia Rabu (29/9) lalu. Selain dipenuhi dengan ribuan Pusamania, suasana berbeda kini mulai diperlihatkan Pusamanita yang makin kompak berjejer di tengah Pusamania.

Kehadiran Pusamanita ditengah-tengah Pusamania menandakan suporter Persisam bisa menerima kehadiran kaum hawa dengan terbuka. Hormati mereka, hargai mereka karena mereka juga bagian dari keluarga besar kita
Seperti diketahui, Pusamania dari dulu sudah memilik wadah suporter perempuan yang diberi nama Pusamanita, eksistensi para dara kota Tepian memberikan dukungan kepada Fajar Legian dkk jelas memunculkan nuansa positif ditengah kerumunan Pusamania. Namun demikian sikap melindungi yang diperlihatkan hampir seluruh penonton di Stadion Segiri Samarinda kepada Pusamanita patut di apresiasi tinggi.
“Penonton kita saat ini sangat menghargai kehadiran wanita di tengah hiruk pikuk kaum adam, meski berjejal dengan ribuan Pusamania, Pusamanita selalu menjadi yang pertama ditengah kerumunan untuk membuat mereka nyaman menyaksikan Persisam, ini yang jarang dan susah di lakukan di beberapa stadion lainnya di Indonesia,” sahut Humas Persisam, Fajrian Nur Darmansyah.
Fajrian yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Humas Pusamania, tetap mengajak seluruh suporter Persisam untuk tetap menciptakan suasana kondusif sama seperti saat Persisam sukses menjamu Arema, Rabu silam.
“Banyak dari penonton saat ini adalah perempuan dan anak kecil yang diajak orang tuanya, saya lihat penonton di Samarinda sangat menghargai satu sama lainnya, ini baik bagi perkembang sepakbola kita, semoga suasana kondusif ini tetap terjaga,” harap Fajrian.
Selain itu sikap tak mudah terprovokasi juga diperlihat seluruh penonton di Stadion Segiri Samarinda, padahal saat itu Persisam banyak dirugikan wasit diawal babak pertama ketika menjamu Arema.
“Padahal kita ketahui, wasit sangat jelas berpihak pada tim tamu, wasit mencoba menjatuhkan mental pemain Persisam dengan keputusannya, meski bereaksi terhadap kepemimpinan wasit kala itu, suporter kita tak mudah melakukan tindakkan yang bisa merugikan tim. Kita lihat bersama tidak ada sama sekali lemparan botol kedalam lapangan, itu nilai positif bagi kita,” pungkas Fajrian. (eno/abe/pc)





May 15, 2012




Weeeeeeewww sweeet ueeeiii
Hahahah..di fotonya ada kiki sama mira lagi merangut…pinanya lagi marahan tuh…
Ini Reno Avriade kah yg nulis? Hebatlah sekarang, kawalanku eh reno itu. Sukseslah sekarang jadi penulis persisam. Mantab.
Wah mantap nih ada pusamanita jga..
Manis” pulang bebiniannya..
hahahaha….
wah, ada osca… wkwk..
pusamanitav yahuud
buat panpel persisam, tolong berikan tempat
buat penonton yg khusus memakai sergam orane,agar stadion semakin menyala dgn merata..
coba sekali2 ditampilkan profil pak lek.. kita pengen lebih kenal dengan sosok pak lek yang legendaris..
waaah bening nya..
cjckckcckckckc
hehe ada aku….
andri jadi pusamanita kah,,beeeeeeh!!!
besok pake wig ndri,,harus total dong,,total!! ahahahahahahahahaha
wah da andri…..
twe add q dong
hehehhehehe
wah ad yg baru nich..slma ini kt cm knal aremanita tp skrg ad pusamanita.
gpp dech,smga khadiran kalian bs memberikan yg trbaik buat team jg smngat di lapangan.bravo persisam
aremania sasaji…..