Takluk Dari Persija, Mimpi Persisam Buyar
SUNGGUH ironis perjalanan Persisam Putra di pentas Piala Indonesia 2010 musim ini. Tampil perkasa sejak babak 32 Besar dengan status tak terkalahkan, bahkan sampai dua pertandingan awal di babak 16 Besar, skuad Pesut Mahakam akhirnya harus tersisih di kekalahan pertama mereka.
MUKTI ALI RAJA tampil kurang maksimal di laga akhir Grup J Piala Indonesia saat menghadapi Persija Jakarta. Persisam pun takluk 0-1 dan gagal ke fase 8 besar Piala Indonesia.
(photo : www.sapos.co.id)
Di saat hanya membutuhkan hasil imbang menghadapi Persija Jakarta kemarin sore di Stadion Mahahan, Solo, Persisam Putra harus menyerah dengan skor tipis 0-1. Satu-satunya gol ke gawang Mukti Ali Raja diciptakan Aliyuddin di menit 14 memanfaatkan kesalahan barisan belakang termasuk kiper Mukti yang gagal mengamankan bola saat keluar dari sarangnya.
Dengan hasil ini, Persija lolos dari Grup J mendampingi Sriwijaya FC yang di saat bersamaan membantai PSMP Mojokerto Putra dengan skor 10-0.
“Inilah akhir dari perjalanan tim ini di Piala Indonesia. Saya sama sekali tak kecewa dengan permainan anak-anak. Saya bahkan bangga mereka mampu memberikan perlawanan keras sepanjang 90 menit pada Persija,” kata Hendri Susilo, arsitek tim.
Hendri melihat timmya hanya kalah beruntung di pertandingan kemarin. Tercatat beberapa peluang berhasil diciptakan. Namun penampilan apik Ronny Tri Prasnanto di bawah mistar gawang Persija, membuat peluang tak membuahkan hasil. Apalagi duet striker Pipat Thonkaya dan Zaenal Arief, dijaga ketat Leonard Tupamahu dan Abanda Herman secara bergantian.

PIPAT THONKANYA dikawal hingga lebih dari satu pemain saat menguasai bola.
(Fachrul Bachrie Pratama/Orange Lens)
Gol semata wayang Persija tak harus terjadi jika Syaiful tak kecolongan. Saat beradu lari dengan M Ilham, Syaiful sebenarnya mampu menguasai bola. Namun Ilham mampu menyerobot dan Mukti yang berusaha menghadang, juga gagal mengamankan bola. Dengan mudah M Ilham melepaskan umpan pada Aliyudin yang tak terkawal di muka gawang.
Setelah gol ini, baik Persisam Putra maupun Persija silih berganti melakukan tekanan. Pesut Mahakam seharusnya mendapatkan penalti ketika umpan Fandy Mochtar menyentuh tangan salah seorang pemain belakang Persija. Namun wasit Jumadi Effendi dari Malang tak menganggap itu sebagai handball, sehingga pertandingan terus dilanjutkan. Ronald Fagundez menjadi pemain paling banyak memiliki peluang. Namun tendangan Ronald kerap digagalkan Ronny Tri.
Di babak kedua Persisam Putra juga memiliki peluang lebih banyak dibandingkan Persija. Bahkan kesempatan mendapat penalti kembali tak diberikan, ketika tendangan Achmad Sembiring menyentuh tangan Abanda Herman.
Di akhir babak kedua tepatnya di menit 90, serangan balik Persija membuat Mukti Ali Raja melakukan pelanggaran keras. Lepas dari jebakkan offside, M Ilham langsung berhadapan dengan Mukti. Terjangan Mukti pada Ilham membuahkan kartu merah dan tendangan penalti.
Bambang Pamungkas sebenarnya bisa menjalankan tugasnya ke gawang Wawan Hendrawan. Namun tendangan pertama dianulir wasit karena ada pemain Persija bergerak sebelum penalti dilakukan. Tendangan kedua berhasil digagalkan Wawan. Namun setelah itu wasit mengakhiri pertandingan.
“Saya mewakili seluruh pemain meminta maaf atas kegagalan ini. Semua pemain sudah berusaha maksimal, tapi hasil akhir memang tak memuaskan kita semua,” kata Hendri Susilo. (upi/sapos)
















kk pusam and kk pusamanita apa penyerang persisam aldo kk apa sudah dibeli kk pusam and pusamanita